Puisi

Katarsis Etnosida

Bedah sejarah hingga merebah
Dalam kanal realita agenda lebah
Menamatkan memoar dengan laknat meludah
Terbiasa satir dalam historikal kaum Gomorrah

Wadal infantri level Ibrahimi
Lebih kronis dari penemuan Enrico Fermi
Bernubuat lebih sakral dari siklus inkarnasi
Para penebas rasial yang lebih klasik dari Igor Stravinsky

Globalkan kakofoni sampai isi perut terburai tanpa adiksi
Berbeda berarti menuju mati
Sampai akar militeristik reinkarnasi
Bersiaplah menjadi babi yang siap dikebiri

Jangan pernah nyalakan pemantik kalau tak ingin setragis Leon Trotsky
Krisis rasial sampai binal anusmu dianal
Transfusi urat nadi dalam falsafah Leninistik
Serupa holokaus Hitler yang memilah takdir bangsa Semit tanpa liturgi semantik

Apartheid di altar Afro-Amerika
Memorandum etimologi etnis Cina yang mengerang dalam metode pancasila
Setelah Kolumbus mengendus Amerika
Virus-virus tirani membantai apa saja yang memiliki nyawa

Menolak dengan sajen anti-intelejen
Membuka kembali gerbang sejarah yang tertutup rapat jutaan aparat
Yang terjarah para raja-raja hegemoni
Tanpa legitimasi sinar Rontgen

Dari radikalistik perang sipil yang mengadu domba politik
Menghirup setiap simultan kultur pembaruan
Yang ingin menyuci dosa tanpa balutan kafan
Telah habis diperlumat tanpa arakan berdayung sampan

Semantik profan analkan wacana angkara sub-moral
Busungkan semiotis sinisme menghadang barikade banal
Semenjak teaterikal tirani menjerat sistem ortodoksi
Dari realis yang konkrit sampai impulsif fiktif

Mengoplos kebenaran walaupun jadi tumbal dan setan
Linear apokalips yang kalut dalam hanyut
Pandemonium reformasional bermassa irasional
Dan berseragam membentuk pusara yang kian tak dikenal

Tanpa ritual jazirah mori dalam ruang mortuari
Tanpa endusan lubang infus yang berwujud virus
Tanpa bait komando yang menyelubungkan selang ofensif
Pada nadi yang akhirnya membakar jasad mereka kedalam bara kardio aktif

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s