Musik

Inverted – Origins of the Unseen

  • Artis : Inverted
  • Album : Origins of the Unseen (EP)
  • Rilis : 2016 (Dismembered Records)
  • Format : CD
  • Lokasi : Blitar, Jawa Timur, Indonesia

Members : Rafika Meilia Sari (vokal) | Risky Bayu Irwanto (guitar) | Raden Hamdan Arrosyid (bass) | Heri tri Cahyono (drum)

Track-list :

  1. The Beginning
  2. The Origin
  3. Damnation
  4. Budak Nafsu Setan
  5. Atas Nama Agama

Dalam menulis resensi (musik), tak ada kiat khusus bagaimana seharusnya tulisan itu memiliki tekstur yang dinamis agar enak dibaca, sedap di mata atau bahkan berubah menjadi sebuah candu yang akhirnya dikonsumsi secara terus menerus. Saya hanya melihat satu hal, yaitu bagaimana sebuah resensi menjadi semacam testimoni dari si pendengar (fans) untuk sang pembuatnya (kreator). Yang tak hanya melulu didominasi oleh kalimat-kalimat hiperbolis ringkas, seperti : Anjiiiiiing nih album, Ediiiaaan tenan, dan juga Muantaaap album iki !

Rasanya akan sangat tidak mungkin bila usai mendengar satu album penuh atau mini album sekalipun hanya akan menghasilkan tiga kalimat stagnan seperti diatas. Saya juga sadar, akan sangat sulit menterjemahkan satu album penuh kedalam struktur bahasa. Namun, sampai saat ini saya masih menikmatinya. Selama tulisan di blog ini tidak dicetak-biru tanpa stempel rujukan. Layaknya seseorang yang menjabat sebagai moderator, sekaligus kontributor veteran di satu-satunya ensiklopedia metallum di jagat internet, yang mengkopi seenak jidatnya jerih payah para kontributor yang berada dibawah levelnya.

Ups …

Tak seharusnya saya memasukkan masalah yang terlalu personal kedalam sebuah review, tapi entahlah. Beberapa hari ini saya sering mengumpat dalam hati dalam menanggapi perilaku do’i. Berhubung saya juga salah satu diantara para kontributor yang diserobot input-nya oleh kebrengsekan tuh moderator. Saya hanya tak habis pikir, di scene sebangsat ini masih saja ada orang yang mengglorifikasikan sebuah eksistensi —dalam hal ini kepopuleran diantara metalheads.

“Dan saya sengaja menaruh ranjau khusus untuk dirinya, karena saya tahu saat ini dia sedang menginjaknya.”

***

Saya harap pengantar diatas cukup untuk membuat kalian muak, dan memutuskan untuk menutup jendela. Namun, untuk kalian yang masih belum terpejam ketika menghadapi paragraf ini. Beruntunglah saya, semoga tidak lekas bosan.

Blitar, sebuah kota kecil yang saya kenang sebagai epitaf Kusno Sosrodihardjo, yang kemudian hari menjadi lebih gampang untuk diingat melalui moniker Bung Karno. Juga tentang beberapa materi Total Anal Infection yang dipadatkan menjadi kompilasi terakhir mereka, 2011 lalu. Tahun dimana saya dan beberapa kolega masih suka serampangan dengan menjadikan 4Shared, Mediafire, dan juga Megaupload sebagai terminologi wajib untuk mengkonsumsi album-album keluaran terbaru dari perbendaharan musik metal sedunia. Dengan bangganya —waktu itu— album TAI saya suluh dari situ. Dan ini lebih mirip pengakuan dosa, daripada hendak mereview sebuah album (kalian boleh tertawa).

20160821_132740

Pertama-tama saya ingin mengucapkan selamat kepada Inverted, sebuah penantian panjang setelah pengerjaan 2 demo lagu pada 2012 lalu (baru 2 tahun kemudian dikemas menjadi debut ep dalam format cd plus 1 lagu tambahan) yang direkam ulang dan dipajang di trek 4 & 5 dalam EP keduanya ini. Kemudian memutuskan untuk memasukkan 2 trek baru + 1 intro filler berdurasi 1 menitan.

Jujur, The Beginning bukanlah trek pembuka yang kemudian hari membuat saya harus suka terhadap atmosfer ambient yang rada-rada noise. Mungkin durasinya terlalu pendek dan saya sangat kesulitan untuk menangkapnya.

Kita skip bagian intro, masuk di lagu sebenarnya The Origin. Saya kehilangan radar ketika harus mengikuti rapalan Rafika di bait ke-dua, yang akhirnya membuat saya benar-benar kehilangan gairah untuk membaca buklet liriknya. She’s lost, or it’s only me failed to follow her.

Dengan blasting yang sengaja diunggulkan dalam format sounds, membuat saya beruntung tidak harus bergantung pada alur lirikal Inverted. Peran lirikal dalam trek Damnation juga tak bisa terlepas dari kata yang “sama” seperti halnya di trek sebelumnya. Apa memang saya yang terlalu bodoh untuk mengikuti naik-turun tenggorokan Rafika, atau memang si vokalis tidak terlalu hafal dengan materi barunya —berhubung dia baru bergabung tahun lalu.

Dan apakah review ini terkesan mem-bully ?

Kalau saja [YA]. Sejenak tindihlah kepala kalian dengan seperangkat bantal-guling, kemudian bayangkan saya sedang minum teh hangat bersama mumi Freddy Budiman di sebuah barak dalam hamparan sungai Nil yang memanjang. Lalu Cleopatra datang bersama Yumi Kazama mengendarai speedboat sembari membawakan seikat ganja kering yang sengaja dipetik dari lembah firdaus. Kemudian kami telanjang dan menari bersama-sama.

Terlalu absurd bukan ?
Kalau saja resensi ini tidak bisa berkata jujur, saya yakin 67% tulisan ini akan bernasib sama dengan perumpaman absurd seperti diatas.

Kita masuk materi lawas Inverted, Budak Nafsu Setan. Perbedaan signifikan begitu terasa dibanding versi pertamanya, mereka telah berhasil merekonstruksi habis-habisan lapisan aransemennya. Menempatkan beberapa part kosong (kalau bisa saya katakan lebih groovy) agar kepala dan badan kita lebih intens dalam menanggapi dentuman drumnya. Juga riff gitar yang lebih renyah dibanding sebelumnya yang mirip koloni tawon sedang menyerbu gendang telinga. Kemudian trek penutup, Atas Nama Agama. Nyaris seperti trek sebelumnya dalam perihal aransemen, hanya satu yang mengganggu telinga: aba-aba ketukan snare di awal dalam menggapai konstruksi keseluruhan musikalnya. Selain itu, saya masih nyaman untuk memutar berulang-ulang EP yang keseluruhan materinya tak lebih dari 13 menit ini.

Akhirul kalam, kita tunggu saja bagaimana materi full album Inverted di kemudian hari. And see you in the next review.

20160821_133156

*Untuk liriknya, silahkan lompat ke sini.

∅∅∅

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s