Cerpen

Perangai Perang

Dari kejauhan nampak jelas rentetan artileri sedang menaburkan rinai cahaya, besi-besi tua karatan memandu para infantri yang sedang sekarat. Teriakan, erangan maupun tangisan tak ada beda. Berto masih berkawan kesedihan, sudah 2 hari ini kebijakan ICC (International Corporation Comitee) memenggal beberapa sanak keluarganya. Pengentasan kemiskinan & ekspansi pembangunan yang berujung penolakan pada beberapa warga, dan keluarga Berto paling reaksioner dalam melihat situasi tersebut.

Ayahnya, Manfuh, adalah pemimpin Gerakan Pembebasan Angkatan Bersenjata (GPAB) yang ia dirikan sejak 1986 bersama kawan-kawannya. Sejarah mencatat, Manfuh mendapat Nobel Perdamaian pada 1998 setelah berhasil melerai pertikaian Indinesia kontra Jipana. Jipana pergi dari tanah Indinesia setelah 2 tahun menduduki wilayah tersebut. Sekian tahun GPAB tumbuh semakin besar, bahkan sudah menjalin koalisi dengan Gerakan Halilintar Pencabut Angkara (GHPA) yang berdomisili di wilayah Maikala. Bila digabung, 2 organisasi tersebut cukup bisa membuat kocar-kacir imperium Inkgokyu yang sudah 45 tahun menjadi bos atas 34 negara kolonial —Indinesia masuk pada tahun 2004 sebagai anggota ke 35. Terbukti pada 2010 lalu, GPAB datang sebagai pasukan separatis yang ingin bebas dari Inkgokyu karena sudah lelah dijadikan “budak” dengan upeti/pajak yang mencekik leher. Manfuh dan kawan-kawannya membuat provokasi di desa-desa kecil untuk menjalin kerjasama dengan GPAB, meski tak semua desa mau diajak kerja sama —karena takut akan babak belur, terlebih akan melebur pada senapan pasukan Inkgokyu. Hanya ada 2 desa yang siap mati demi keluar/bebas dari imperium Gorki —kaisar Inkgokyu.

Berto, kala itu masih 12 tahun. Namun aliran darah Manfuh yang mengalir di setiap nadinya, membuat Inkgokyu hanya dianggapnya angin lalu. Dia berjuang bukan untuk Indinesia yang terlihat tabah-tabah saja ketika tanahnya diperas Gorki, Berto siap mempertaruhkan apapun yang dimilikinya demi GPAB.

Dimana hari itu tiba, ketika strategi sudah siap dikemas dan dilancarkan. Siamba, negara yang paling loyal diantara imperium Gorki mengetahui gerakan GPAB yang hendak melancarkan serangan besar-besaran —meski sejarah tak mencatat berapa jumlah pasukan GPAB. Tentara Siamba menghadang pasukan Manfuh yang hendak menyerang Inkgokyu, duel berlangsung selama kurang dari 1 minggu. Pemimpin Siamba, Benedik kewalahan —karena GHPA dari Maikala datang membawa pasukan penuh untuk membantu tentara Manfuh. Berita penyerangan 2 pasukan separatis tersebut sampai ke penjuru Inkgokyu, Gorki geram dan mengerahkan separuh militernya. Akhirnya Manfuh dan ribuan koleganya dipukul mundur, strategi GPAB tak berjalan mulus untuk menggempur minimal seperempat bagian Inkgokyu. Banyak tentara Gorki yang luka-luka, terlebih mati. Itu membuktikan bagaimana peta kekuatan GPAB & GHPA tak bisa dianggap remeh.

Beruntunglah keluarga Berto kala itu tak mendapatkan luka yang cukup serius. Pada 2012 ICC datang menawarkan beberapa kebijakan untuk Inkgokyu, dengan syarat memberikan 25% hasil olah tanah —meliputi perkebunan & persawahan— yang digarap petani-petani kolonialisme Gorki. Banyak anggota kolonialisme protes perihal penawaran bantuan organisasi yang dihuni para petinggi korporasi yang tersebar di beberapa negara-negara kaya tersebut. 25% hasil panen dianggap terlalu berlebihan kalau harus diserahkan pada ICC, cukup kalikan 25% dengan ke-35 anggota negara bagian. Protes besar-besaran dilakukan oleh pihak yang paling dirugikan, para petani. Namun semua keputusan masih berada dalam genggam Gorki.

Kemudian ICC resmi memberikan bantuan sebesar 500 Sueb —nama mata uang internasional—, 10 Sueb bisa memberi makan seperempat penduduk daerah kolonial per 2 tahun. Artinya protes aliansi petani tak digubris samasekali, ICC resmi masuk pada pertengahan 2014 melalui proses yang tak mudah. Protes anggota kolonisasi merupakan faktor utamanya, namun dengan kelihaian Gorki dalam perihal pengadvokasian, para petinggi anggota yang protes berhasil disumpal dengan uang.

Dengan dalih membantu dalam prosesi pembangunan, ICC menggelontorkan dananya. Inilah yang menjadi api penyulut pembangkangan GPAB untuk ke-2 kalinya. Masalah pajak yang belum tuntas sejak dirinya membangkang 2010 lalu, sekarang bertambah dengan Undang-Undang baru: 1 KK diharuskan memberikan 1 karung beras per 4 bulan kepada kepala negara bagiannya masing-masing. Manfuh bersama kawan-kawannya mengorganisir aliansi petani yang tersebar di beberapa negara bagian, juga genap 18 tahun usia Berto dalam menemani ayahnya memimpin GPAB. Perang kali ini sepertinya akan menjadi momentum penting bagi Berto, karena aliansi petani dipimpin olehnya. Salah sedikit dalam mengambil langkah maupun keputusan, habis sudah. Manfuh berhasil meyakinkan ribuan anggota aliansi untuk menempatkan anak bungsunya di garis depan.

GPAB, GHPA & Aliansi Petani siap menggempur Inkgokyu. Penyerangan dilakukan malam Februari 2016, hanya Siamba yang menjadi tameng Inkgokyu. Melalui Benedik, seluruh pasukan Inkgokyu diorganisir. Sementara Gorki masih mengunjungi konferensi antar-anggota ICC di benua lainnya, tampuk kekuasaan sementara diserahkan kepada pemimpin Siamba. Tak tanggung-tanggung Benedik mengerahkan hampir seluruh arsenal untuk menghalau serangan lawan, sementara itu Siamba dipimpin oleh orang setingkat jenderal untuk menggempur anggota GPAB dan juga para aliansinya.

Dari kejauhan nampak jelas rentetan artileri sedang menaburkan rinai cahaya, besi-besi tua karatan memandu para infantri yang sedang sekarat. Teriakan, erangan maupun tangisan tak ada beda. Berto masih tegap berdiri, menginstruksikan kawan-kawannya agar jangan menyerah. Meski dalam hatinya berbisik, “perang ini tak’kan pernah bisa kita menangkan”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s