Musik

Grace – No Heaven No Hell

  • Artis: Grace
  • Album: No Heaven No Hell
  • Rilis: 2017
  • Format: CD
  • Label: Resting Hell
  • Lokasi: Tulungagung, Jawa Timur, Indonesia

Tracklist

  1. In The Name By
  2. Void
  3. Four Infernal
  4. The Truth
  5. Demonium
  6. Silence
  7. No Heaven No Hell
  8. Revival
  9. Perception
  10. Rise of Sun
  11. Arrival

Members

  • Ferga – Vocal
  • Bagas – Guitar
  • Dani – Guitar
  • Ayok – Bass
  • Agata – Drum

Tak membutuhkan waktu lama bagi band ini untuk mengeluarkan debut album penuhnya. Bagi saya pribadi, waktu 2 tahun —dihitung dari keluarnya debut ep mereka— bukanlah waktu yang panjang apabila berkaca dari pola produksi sebuah band yang berada di Tulungagung. Karena banyaknya band dengan umur katakanlah lebih dari 3 atau 5 tahun solid berdiri namun belum mampu melakukan pencapaian yang telah ditunjukkan oleh band yang awalnya sebuah projek sampingan ini, siapa lagi kalau bukan kuintet blackened-crust bernama Grace.

Masih bekerja sama dengan label yang sama, Resting Hell (awas jangan sampai salah baca: resleting hell) seperti halnya EP Road to Wisdom dirilis. Bila kalian perhatikan perihal komposisi musik yang mereka kembangkan maupun sampaikan antara debut ep dengan full albumnya, ada perubahan dalam porsi meracik antara black metal, hardcore, dan crust-punk yang menjadi ciri mereka. Kalau di EP perdana mereka lebih kental aroma blackened-crust, namun di full album ini mereka sedikit meminggirkan instrumentasi yang crusty tersebut, tanpa tanggung-tanggung 5 pria ini langsung menceburkan diri dalam bentangan sungai-sungai depresifnya Burzum sampai emosi satanikal a la Behemoth. Dan nampaknya berbagai band black metal kedjawen di Tulungagung sedikit tertampar karenanya.

IMG_20170223_181024

Oke, kita masuk sesi reviews. Mereka mengantar kita di sebuah ruang imajiner yang horor di trek In The Name By selama kurang dari 2 menit, dengan sengaja pula mereka menempatkan potongan narasi sebuah film yang entah berjudul apa. Dan potongan-potongan narasi inilah yang kemudian menjadi bagian utuh dalam album ini, mereka sedang tidak main-main untuk menyampaikan pesan black metal yang memang terkenal karena cita rasa horornya tersebut.

Trek ke-2, Void. Mereka hajar di detik-detik awal dengan intuisi crusty-punk ortodoks, satu menit berjalan petikan gitar bernuansa creepy mengiringi ketukan drummernya. Seiring para Belial dan Eligor digiring oleh range vokal Ferga yang sangat optimal di lagu ini. Kurang dari 3 menit mereka mengeksekusinya nyaris tanpa cacat, kemudian Four Infernal menjadi persembahan mereka selanjutnya. Khusus untuk lagu ini Grace membuatkan video klipnya, silahkan cek di akun YouTube mereka. Secara keseluruhan, alur musikal yang mereka mainkan masih sama seperti di trek sebelumnya. Sang pembuat lirik percaya bahwa neraka memiliki empat penjuru, dari mulai penjaga cahaya yang Ia konotasikan sebagai Lucifer sampai Azazel sebagai representasi para iblis. Setidaknya itu yang berhasil Saya tangkap.

The Truth, sebuah pertanyaan akan hidup kita di dunia: tentang siapa Tuhan kita? Dan untuk apa kita dicipta di dunia?

Kemudian Demonium, lagu favorit saya di album ini. Karena nuansa blackened-crust yang menjadi ciri khas awal-awal kemunculan mereka bisa terwakili oleh trek ini. Memasuki lagu ke-6, Grace memutuskan untuk menurunkan tensi permainan. Hasilnya, trek Silence yang diracik tanpa tempo cepat ini masih tetap mengalun dengan mantap, tanpa mengurangi kengerian maupun gelapnya depresif black metal.

Ketika mereka mengonstruksi No Heaven No Hell, Saya berharap trek ini akan dimainkan full band layaknya lagu-lagu sebelumnya. Namun, mereka lebih memilih menenteng gitar bolong dan memainkannya layaknya Watain menunggangi They Rode On dalam The Wild Hunt. Dan beruntunglah, berkat potongan narasi film —seperti yang Saya singgung diatas— trek ini sedikit terselamatkan dari jurang terminologi skipable-track. Lanjut, Revival sampai lagu penutup Arrival tak ada kendala yang berarti. Mereka masih konsisten dan stabil dalam masing-masing trek. Horornya black metal, yang dilebur dengan crusty-nya hardcore/punk siap menjadikan hari-hari penuh bunga kalian seketika berubah menjadi soundtrack obituari kalian. Selamat tertikam.

Dan apabila kalian belum sempat mendengarkan beberapa band seperti Cult of Luna, Kvelertak, Oathbreaker sampai Gerram sekalipun. Debut album Grace ini bisa menjadi awal yang baik untuk dijadikan korelasi yang tepat.

  • Untuk melihat kekuatan liriknya, silahkan lompat ke sini.
  • This reviews originally post on Autonomedia Zine #2
Iklan

Satu tanggapan untuk “Grace – No Heaven No Hell

  1. Hi! Aku tertarik baca postingan blog kamu yang mengupas musik nusantara. Mau masukin konten dan pendapat kamu ke genius.com gak? Genius.com itu crowdsourced website untuk interpretasi lirik lagu. Sayangnya, di situ minim banget musik Indonesia. Mungkin kamu bisa bantu-bantu aku buat masukin musik-musik berkualitas ke situ? Hit me up on Genius ya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s