Personal

AILVIS LADUMIA

Dua puluh bulan berlalu, saat sebuah nafas menjadi pemisah antara jasad dengan nyawa. Saat sebuah nama begitu berarti dalam lahirnya sumber petaka dan sepiring inspirasi di awal hari, seperti halnya mentari yang muncul dari propaganda berkawalan kabut. Untuk para filantropis yang begitu terbuai dengan datangnya sang matahari yang menawan, begitu pula dengan sepotong lainnya. Terkadang ada yang menaruh dendam sampai hadirnya sang rembulan, dan seperti hak para manusia yang menuangkan segenap rasa cinta dan amarah untuk perasaan seseorang … Lanjutkan membaca “AILVIS LADUMIA”

Iklan